Petualangan Nekat Ke Dieng

Ini adalah cerita mengenai rombongan Goggle V tanpa ada ceweknya yang nekat menuju Banjarnegara untuk menuju Dieng *lebay mode on*. Jadi ceritanya ada anak baru di kantor yang ternyata asalnya dari Banjarnegara yang notabene dekat ke Dieng. Dari ngobrol santai tercetuslah ide untuk menuju Dieng dengan menginap di rumah anak baru ini.

Planning pun dibuat dan ane selaku yang paling tua dari rombongan ini pun keki karena ane yang pusing cek tiket kereta, telepon agen bus, sampai cari informasi macam-macam *sigh*. O iya anggota rombongan ini adalah ane, Agie, Yoga, Arman, dan Febri yang rumahnya bakal kita inepin selama di sana. Kita sengaja ambil tanggal merah di hari Jumat (ane lupa tanggal berapa), tapi berangkatnya di Kamis malam karena kita harus menuaikan tugas kita sebagai karyawan dulu *lebay lagi*.

Akhirnya tibalah hari keberangkatan kita. Dan dari sinilah banyak peristiwa yang bikin jengkel, lucu, menakutkan, dll, dsb. Beginilah ceritanya anak-anak *bergaya a la guru TK*

Kamis Malam

Karena tiket kereta habis dan pool agen bus malam itu ada di Jakarta Timur yang notabene kalau dari kantor ke sono bakalan lama akhirnya kami memutuskan untuk naik *jreng..jreng..jreng..* Bus Damri!!!

Kita janjian untuk kumpul jam 7 di pool Bus Damri Kemayoran. Ane dan Agie langsung ke sana dari kantor, si anak baru sedikit di-bully untuk dateng ke Kemayoran dulu (senior yang kejam). sedangkan si Arman pulang dulu ke tempat neneknya di Sunter. Yoga pulang dulu ambil barang.

Sudah hampir jam 7.30 dan si Yoga belum juga nongol, mana sistemnya beli tiket langsung naik lagi. Cemaslah kita semua dan itu berarti kita musti delay sampai besok pagi (emang pesawat pakai delay?! hehehehe). Last minute akhirnya Yoga datang dan dengan H2C (harap-harap cemas) takut tiket sudah habis akhirnya kita bisa berangkat juga ke Banjarnegara.

IMG_0267

Si Arman enak banget tidurnya

Belum berhenti sampai di sini. Sopir Bus Damri ini juga bikin keki sekaligus bikin penumpang sport jantung. Keki karena muter-muter dari pantura-turun selatan-pantura lagi-selatan lagi *siapin pistol*. Kita sport jantung karena ini sopir nekat nyeberang rel kereta walaupun di depan macet dan sinyal sudah menyala. Si Yoga sampai heboh gara-gara kejadian ini *langsung banting stir*. Untungnya masyarakat yang tinggal di sekitar rel mau membantu kita untuk menyeberang. Note: begitu kita sampai di seberang, kereta langsung lewat pas di belakang bus.

Jumat Pagi (sebenernya sudah siang sih)

Setelah selama 16 jam berada di jalan, dan perut lapar karena cuma diisi sama roti dan pop mie doang, akhirnya kita sampai di..Banjarnegara. Ternyata untuk sampai ke rumah si Febri kita masih harus gonta-ganti kendaraan yang makan waktu 2 jam *Arghhhhhhh*

IMG_0275 

Muka kucel pagi-pagi tapi tetep narsis

IMG_0278

Nungguin kendaraan

Dan akhirnya sampailah kita di rumah si Febri. Ngobrol-ngobrol santai, bahkan si Agie tidur karena sehari sebelum keberangkatan dia baru pulang dari Padang (tugas kantor..biasa). Si febri ke rumah temen-temennya untuk cari pinjeman motor buat dipakai ke Dieng. Ane, Yoga dan Arman memutuskan untuk melihat-lihat sekitar

DSC_0154 

 

Pemandangan di sekitar rumah Febri

DSC_0162

Teman-teman kami sudah baikan lho😛

Hari ini kita istirahat dulu karena badan kita semua capek. Tentu saja kita MAKAN!! para piranha pun beraksi karena sudah kelaparan..huakakakakakaka

Sabtu 

Hari sabtu kita pun mulai mandi, sarapan, dan tentu saja menuju Dieng. Berbagai peristiwa pun mewarnai kunjungan kami ke Dieng. Mulai dari ban motor pecah, perjalanan ke Dieng yang ternyata lumayan bikin pantat panas serta jalur yang sangat ekstrim (pinggir jurang + tikungan tajam..mantap).

Di tengah jalan, kami pun diguyur hujan. dan berteduhlah kami di sebuah warung.

IMG_0371 

Narsis dulu sambil nunggu hujan

Akhirnya sampailah kami ke Dieng. Hanya saja waktu itu cuaca tidak mendukung, hujan! Tapi itu tidak mematahkan semangat kami untuk sekedar foto-foto narsis😛

DSC_0202

 

 

 

 

 

 

 

Candi Gatotkaca

DSC_0240

 

 

 

 

 

Kompleks Candi Arjuna

DSC_0264

Narsis dulu di depan Candi

DSC_0277

Ada yang narsis di hamparan rerumputan

 

 

 

DSC_0275

Bapak dan dua anaknya

Karena perut keroncongan, maka kami memutuskan untuk makan dulu. 

tIMG_0392

Mie Ongklok dan Susu Jahe

Setelah makan, kami memutuskan untuk pulang, karena selain sudah sore (kita datangnya kesiangan) juga kabut sudah mulai turun. Petualangan menembus kabut pun dimulai. Kami berkendara dengan kecepatan sedang karena jalanan di depan sudah tertutup kabut, ditambah kesasar, serta rute pulang yang berbeda dengan rute berangkat jadilah kami sampai di jalan besar malam hari.

O iya rumah si Febri ini masih banyak hutan dan hampir tidak ada penerangan, jadinya setengahnya agak horror juga (takut ada rampok..hehehehehe). Motor yang dipakai Agie dan Arman pun mogok di tengah jalan yang berbuntut si Agie ngomel-ngomel karena ditinggal hehehehhe.

Sebelumnya kami sempat panik karena tiket pulang hampir tidak dapat yang langsung ke Jakarta. Akhirnya setelah saran dari orang-orang sekitar serta musyawarah mufakat, akhirnya kami naik bus Budiman ke Bandung dan dari Bandung kami lanjut ke Jakarta.

Minggu

Minggu pagi kami langsung menuju ke pool bus Budiman yang akan membawa kami ke Bandung. Sopir bus ini sepertinya bercita-cita jadi pembalap dulu waktu kecil. Selain menyetir dengan kecepatan yang lumayan tinggi, ada satu peristiwa di mana dari arah depan ada truk yang melintas dan jarak antara bus dan truk setipis kertas *lebay*

Kami sampai di Bandung, tepatnya di Cileunyi, Dari Cileunyi kita naik Prima Jasa BERDIRI sampai Lebak Bulus. Sampai di Lebak Bulus akhirnya kami berpisah untuk kembali ke pertapaan masing-masing. Perjalanan nekat kita pun berakhir sudah dan esok harinya kita harus kembali ke rutinitas sebagai karyawan.

Posted in Uncategorized | Leave a comment